Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Daerah

Tingkatkan IPM Kesehatan, Dinkes Skrining Resiko Tinggi

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
1 Mei 2017
A A

PARIGI MOUTONG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Parigi Moutong (Parigi Moutong) masih sangat rendah. Diantara Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong berada di peringkat ke-11.

Salah satu penyebab rendahnya IPM Kabupaten Parigi Moutong ada di bidang kesehatan khususnya masih tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan.

Terkait hal itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong akan melakukan berbagai upaya mengatasi hal tersebut. Kepala Dinkes Parigi Moutong, dr Revi Tilaar mengatakan, penilaian IPM bidang kesehatan meliputi penilaian terhadap angka kematian bayi, kematian ibu saat melahirkan dan usia harapan hidup.

Baca Juga

Musda KTNA Parigi Moutong Tetapkan Djoni Kandolla sebagai Ketua Baru

Baru Dibangun, Gedung Perpustakaan Rp8,7 Miliar Sudah Bocor dan Berjamur

Kabar Baik, Pemda Parigi Moutong akan Terima Kurang Salur DBH Rp60 M

Untuk program jangka pendek mengatasi persoalan itu, pihaknya akan melakukan skrining (penyaringan) resiko-resiko tinggi baik terhadap ibu hamil maupun bayi oleh dokter ahli yang akan turun ke Puskesmas-Puskesmas.

Upaya lain kata Revi, pihak Puskesmas akan memberdayakan Posyandu dan melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk untuk melakukan penyuluhan kesehatan, khususnya menyangkut risiko tinggi ibu hamil dan bayi serta melakukan pendekatan-pendekatan kepada pemerintah desa termasuk RT dan RW tentang kiat-kiat menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan serta meningkatkan harapan hidup.

Ia menyebutkan, angka kematian bayi sudah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2016 angka kematian bayi dibawah 11 persen per angka kelahiran hidup. Masih tinggi adalah angka kematin ibu saat melahirkan yakni mencapai 15 orang ditahun 2015 dan 17 orang di tahun 2016. Beberapa faktor yang menjadi penyebab kematian ibu melahirkan adalah, terlambat mengambil keputusan untuk merujuk pasien ke rumah sakit, terlambat masyarakat mengenal risiko tinggi bagi ibu hamil, terlambat penanganan di rumah sakit dan kekurangan darah.

“Dalam penanganan ibu yang akan melahirkan harus ada koordinasi yang cepat antara masyarakat dengan bidan, pihak Puskesmas dan pihak rumah sakit sehingga ketika pasien harus dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit, semuanya sudah siap mengantisipasinya termasuk kebutuhan darah bagian pasien bila terjadi pendarahan,” ujar Revi kepada wartawan, belum lama ini.

Dia berharap dengan berbagai upaya itu akan menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kabupaten Parigi Moutong. AKSA

ShareTweet
Previous Post

Badrun : Porkab Ajang Seleksi Menuju Porprov

Next Post

Program Prona Dikeluhkan

Artikel Lainnya

Musda KTNA Parigi Moutong Tetapkan Djoni Kandolla sebagai Ketua Baru

Musda KTNA Parigi Moutong Tetapkan Djoni Kandolla sebagai Ketua Baru

18 Mei 2026
Baru Dibangun, Gedung Perpustakaan Rp8,7 Miliar Sudah Bocor dan Berjamur

Baru Dibangun, Gedung Perpustakaan Rp8,7 Miliar Sudah Bocor dan Berjamur

18 Mei 2026
Kabar Baik, Pemda Parigi Moutong akan Terima Kurang Salur DBH Rp60,6 M

Kabar Baik, Pemda Parigi Moutong akan Terima Kurang Salur DBH Rp60 M

18 Mei 2026
Polres Parigi Moutong Sidak SPBU, Pastikan Distribusi Solar Subsidi Tepat Sasaran

Polres Parigi Moutong Sidak SPBU, Pastikan Distribusi Solar Subsidi Tepat Sasaran

18 Mei 2026
Muscam VI Jadi Momentum Konsolidasi Golkar Parigi Moutong hingga Akar Rumput

Muscam VI jadi Momentum Konsolidasi Golkar Parigi Moutong hingga Akar Rumput

17 Mei 2026
Bupati Parigi Moutong Tegaskan Kecamatan Kasimbar Bukan Wilayah Tambang

Bupati Parigi Moutong Tegaskan Kecamatan Kasimbar Bukan Wilayah Tambang

16 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Musda KTNA Parigi Moutong Tetapkan Djoni Kandolla sebagai Ketua Baru

Musda KTNA Parigi Moutong Tetapkan Djoni Kandolla sebagai Ketua Baru

18 Mei 2026
Baru Dibangun, Gedung Perpustakaan Rp8,7 Miliar Sudah Bocor dan Berjamur

Baru Dibangun, Gedung Perpustakaan Rp8,7 Miliar Sudah Bocor dan Berjamur

18 Mei 2026
Kabar Baik, Pemda Parigi Moutong akan Terima Kurang Salur DBH Rp60,6 M

Kabar Baik, Pemda Parigi Moutong akan Terima Kurang Salur DBH Rp60 M

18 Mei 2026

Terpopuler

  • Muscam VI Jadi Momentum Konsolidasi Golkar Parigi Moutong hingga Akar Rumput

    Muscam VI jadi Momentum Konsolidasi Golkar Parigi Moutong hingga Akar Rumput

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Parigi Moutong Tegaskan Kecamatan Kasimbar Bukan Wilayah Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Tambang di Buranga Belum Gelar RAT, Diskop UKM Soroti Potensi Sanksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musda KTNA Parigi Moutong Tetapkan Djoni Kandolla sebagai Ketua Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik, Pemda Parigi Moutong akan Terima Kurang Salur DBH Rp60 M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In