PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas program asuransi nelayan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja sektor kelautan yang setiap hari menghadapi risiko tinggi di laut.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas kewajiban dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mewajibkan pemerintah daerah menginput data nelayan untuk didaftarkan dalam program asuransi.
Bupati Erwin mengatakan hingga saat ini masih banyak nelayan di Kabupaten Parigi Moutong yang belum terdata dan belum tercover asuransi, padahal nelayan merupakan kelompok pekerja rentan.
“KKP mendorong pemerintah daerah untuk wajib menginput data asuransi nelayan. Faktanya, nelayan kita masih banyak yang belum tercover,” ujar Erwin, Selasa (20/1).
Menurutnya, sasaran utama asuransi nelayan adalah masyarakat pada Desil 4 dan Desil 5, yakni kelompok yang masih berada dalam kategori miskin dan rentan. Nelayan dinilai layak memperoleh perlindungan karena pekerjaan mereka tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga berhadapan langsung dengan ancaman cuaca ekstrem dan risiko kecelakaan kerja.
Kondisi tersebut semakin relevan mengingat Kabupaten Parigi Moutong memiliki garis pantai sepanjang 512 kilometer, dengan sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 14 ribu rumah tangga perikanan (RTP) yang tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong. Jumlah ini menunjukkan besarnya kebutuhan perlindungan sosial melalui program asuransi nelayan.
Erwin menegaskan bahwa tanpa perlindungan yang memadai, nelayan akan terus berada dalam kondisi rentan. Ia menilai asuransi nelayan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan jaring pengaman ketika risiko datang tanpa peringatan.
Melalui penguatan basis data nelayan dan sinergi dengan KKP, Bupati Erwin berharap cakupan asuransi nelayan di Parigi Moutong dapat segera diperluas, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.*








Comments 1