PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengancam di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, usai menghadiri peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa/Kelurahan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (4/2).
Sebagai upaya pencegahan dini, Pemkab Parigi Moutong telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
“Seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan serta membakar sampah, khususnya di area yang berdekatan dengan kawasan hutan dan lahan kering,” ujar Erwin.
Menurutnya, imbauan tersebut dikeluarkan menyusul kondisi cuaca yang mulai mengering. Hal itu ditandai dengan rumput dan semak belukar yang mengering di sejumlah titik, sehingga dinilai sangat rawan memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi secara serius.
Selain mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, Pemkab Parigi Moutong juga telah membentuk forum penanggulangan bencana sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
“Dalam waktu dekat, Pemkab Parigi Moutong akan menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas langkah-langkah teknis, mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapsiagaan personel, hingga mekanisme penanganan darurat jika terjadi kebakaran,” katanya.
Melalui langkah strategis tersebut serta keterlibatan aktif masyarakat, Bupati berharap risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Parigi Moutong dapat diminimalisasi.
“Sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial ekonomi masyarakat,” tandasnya.*







