PARIGI MOUTONG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong menyalurkan sebanyak 50 unit hand sprayer dan dua unit mesin pompa air guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Siniu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas TPHP Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui Posko Karhutla di Desa Toboli Induk, Kecamatan Parigi Utara, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan karhutla di daerah itu.
Bantuan alat pemadaman api tersebut dinilai sangat dibutuhkan karena sebagian besar titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Hand sprayer ini digunakan untuk pemadaman manual di lapangan. Sementara mesin pompa air akan dimanfaatkan di titik-titik yang memiliki sumber air,” ujar Dadan di Parigi, Kamis, (5/2).
Selain penanganan darurat kebakaran, Dinas TPHP Parigi Moutong juga mulai menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian yang terdampak karhutla dan kekeringan.
Ia mengungkapkan, seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) penyuluh di 23 kecamatan telah diinstruksikan untuk melakukan pendataan komoditas pertanian yang terdampak.
“Kami diminta menginventarisir semua komoditas yang terbakar, berapa luasannya, siapa pemiliknya, dan jenis tanamannya. Ini penting sebagai dasar penyaluran bantuan,” katanya.
Pendataan tersebut mencakup berbagai komoditas perkebunan, seperti mangga dan durian, serta tanaman hortikultura, seperti cabai. Untuk tanaman cabai, pendataan dilakukan berdasarkan luasan lahan karena tidak memungkinkan dihitung per pohon.
“Kalau cabai kita hitung berdasarkan luasan, setengah hektare atau satu hektare. Berbeda dengan tanaman buah yang bisa dihitung per pohon,” ungkapnya.
Dadan menjelaskan, bantuan pemulihan yang disiapkan tidak hanya berupa bibit, tetapi juga sarana produksi pertanian, seperti pupuk dan pestisida. Namun, penyalurannya masih menunggu kondisi lapangan yang memungkinkan.
“Sekarang belum bisa langsung disalurkan karena kondisi masih musim kemarau. Kita juga harus mempertimbangkan ketersediaan sumber air,” tutur Dadan.
Ia menegaskan, pendataan dan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan terdampak, termasuk Kecamatan Parigi Utara, Parigi Barat, dan Siniu.
“Harapannya, proses pemadaman karhutla di Parigi Moutong dapat lebih efektif, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan bagi masyarakat terdampak,” tandasnya.*








Comments 2