Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Daerah

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Pemkab Parigi Moutong Bentuk Satgas

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
4 September 2025
A A
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Pemkab Parigi Moutong Bentuk Satgas

Ilustrasi. (Getty/iStock)

PARIGI MOUTONG, songulara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menggelar rapat koordinasi lintas sektor di ruang rapat Bupati, Rabu (2/9/2025), untuk membahas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus meningkat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kartikowati, mengungkapkan pada 2023 tercatat 54 kasus, sedangkan pada 2024 naik menjadi 60 kasus. Bentuk kekerasan tertinggi adalah kekerasan seksual terhadap anak, dengan tren peningkatan setiap tahun.

Menurutnya, tantangan utama penanganan kasus berasal dari faktor geografis. Tidak semua desa mudah dijangkau, sehingga DP3AP2KB mengandalkan Peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di tingkat kecamatan untuk menerima laporan awal.

Baca Juga

DP3AP2KB Parigi Moutong Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2024

Januari 2024, DP3AP2KB Parigi Moutong Terima Dua Laporan Kasus Asusila

DP3AP2KB Parigi Moutong akan Bantu Akses Pendidikan Anak Putus Sekolah

Selain itu, ketersediaan layanan juga terbatas. Saat ini, hanya ada satu psikolog klinis di daerah yang baru lulus, padahal perannya sangat penting dalam memberikan keterangan medis korban dengan stres berat. Dari sisi pembiayaan, anggaran untuk visum dan tenaga psikolog hanya mencakup 50 kasus per tahun. Hingga Agustus 2025, sudah ada 47 kasus yang ditangani.

“Kalau kuota melebihi anggaran tentu jadi masalah. Alhamdulillah, mulai 2026 kita mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) pertama kali untuk perlindungan perempuan dan anak,” ujar Kartikowati.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Parigi Moutong bekerja sama dengan Yayasan IPAS Indonesia membentuk satgas perlindungan anak di enam desa binaan, yakni tiga desa di Kecamatan Ampibabo dan tiga desa di Kecamatan Torue. Satgas ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perlindungan anak sekaligus mendorong korban berani melapor.

“Masih banyak masyarakat yang belum paham undang-undang perlindungan anak. Mereka sering takut melapor karena dianggap memalukan keluarga. Dengan adanya Satgas, korban tidak lagi merasa sendirian,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, juga disinggung kasus anak berhadapan dengan hukum akibat pencurian di Desa Ampibabo Utara. Anak yang melakukan tindak pidana, jelas Kartikowati, harus melalui mekanisme diversi, kecuali untuk kasus narkoba dan pemerkosaan.*

Tags: Dinas P3AP2KBDP3AP2KBKekerasan AnakKekerasan perempuanPerlindungan Anak
ShareTweet
Previous Post

Patroli Bersama, TNI–Polri Ajak Warga Jaga Keamanan Daerah

Next Post

Bupati Erwin Burase: Urus KTP Kini Bisa di Kantor Kecamatan Lewat Program Jemput Bola

Artikel Lainnya

BPBD Catat Karhutla di Parigi Moutong Seluas 147 Hektare

BPBD Catat Karhutla di Parigi Moutong Seluas 147 Hektare

7 Februari 2026
Dukung Kualitas Pembelajaran, Bupati Erwin Burase Resmikan Sekolah yang Direvitalisasi

Dukung Kualitas Pembelajaran, Bupati Erwin Burase Resmikan Sekolah yang Direvitalisasi

7 Februari 2026
Narasa, Cerlang, dan Lumiarama, Inovasi Duta GENRE Parigi Moutong untuk Remaja

Narasa, Cerlang, dan Lumiarama, Inovasi Duta GENRE Parigi Moutong untuk Remaja

6 Februari 2026
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur

Diduga Setubuhi Muridnya, Oknum Guru di Parigi Moutong Diamankan Polisi

6 Februari 2026
Pemkab Parigi Moutong Usulkan 300 SD Ikut Revitalisasi 2026

Pemkab Parigi Moutong Usulkan 300 SD Dapat Revitalisasi Sarana dan Prasarana

6 Februari 2026
Disdikbud Parigi Moutong Lanjutkan Program Listrik Masuk Sekolah untuk Sekolah Terpencil

Disdikbud Parigi Moutong Lanjutkan Program Listrik Masuk Sekolah untuk Wilayah Terpencil

6 Februari 2026

Comments 2

  1. Ping-balik: Erwin Burase Luncurkan Layanan Adminduk "Jemput Bola" di Toribulu - Songulara
  2. Ping-balik: Bupati Erwin Burase: Urus KTP Kini Bisa di Kantor Kecamatan Lewat Program Jemput Bola - Songulara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

BPBD Catat Karhutla di Parigi Moutong Seluas 147 Hektare

BPBD Catat Karhutla di Parigi Moutong Seluas 147 Hektare

7 Februari 2026
Dukung Kualitas Pembelajaran, Bupati Erwin Burase Resmikan Sekolah yang Direvitalisasi

Dukung Kualitas Pembelajaran, Bupati Erwin Burase Resmikan Sekolah yang Direvitalisasi

7 Februari 2026
Narasa, Cerlang, dan Lumiarama, Inovasi Duta GENRE Parigi Moutong untuk Remaja

Narasa, Cerlang, dan Lumiarama, Inovasi Duta GENRE Parigi Moutong untuk Remaja

6 Februari 2026

Terpopuler

  • Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur

    Diduga Setubuhi Muridnya, Oknum Guru di Parigi Moutong Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parigi Moutong Borong Penghargaan Nasional Berkat Tata Kelola Desa dan Hukum Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Parigi Moutong Usulkan 300 SD Dapat Revitalisasi Sarana dan Prasarana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tenggat Habis, Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Masih Menggantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Parigi Moutong Tegaskan Penggunaan Dana BTT untuk Penanganan Karhutla

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In