PARIGI MOUTONG, SONGULARA.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk sektor pertanian dan perkebunan mulai membuahkan hasil. Melalui komunikasi dan lobi langsung ke sejumlah kementerian, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyebut berhasil mendatangkan dukungan program dengan nilai lebih dari Rp164 miliar.
Dukungan tersebut mencakup program peremajaan kakao, bantuan biaya tanam, benih jagung hibrida hingga pompa air untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Capaian itu disampaikan Erwin dalam sambutannya pada kegiatan penyerahan bibit kakao secara simbolis melalui Program Hilirisasi Perkebunan Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Mepanga, Kamis (5/11/2026).
Menurut Erwin, besarnya dukungan yang diperoleh tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah membangun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden dapat menjangkau daerah, meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Kita aktif melakukan lobi-lobi dengan bertemu menteri, bertemu dirjen untuk bisa mendapatkan anggaran program dari Bapak Presiden agar diturunkan di wilayah kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi tidak berarti menghilangkan alokasi anggaran untuk daerah. Anggaran tersebut ditarik ke pemerintah pusat, kemudian disalurkan kembali berdasarkan program-program prioritas Presiden.
“Efisiensi ini bukan berarti anggarannya dihilangkan dari wilayah kita, tetapi ditarik oleh pemerintah pusat dan diturunkan kembali ke wilayah kita sesuai program-program prioritas dari Presiden,” jelasnya.
Dari berbagai upaya tersebut, Parigi Moutong memperoleh dukungan program dengan nilai keseluruhan lebih dari Rp164 miliar. Rinciannya meliputi program peremajaan kakao senilai Rp153,85 miliar, bantuan biaya tanam kakao Rp8,515 miliar, bantuan benih jagung hibrida Rp1,407 miliar, serta bantuan pompa air atau alkon senilai Rp245 juta.
“Alhamdulillah, dari berbagai upaya yang dilakukan, sekitar Rp164 miliar lebih bisa kita datangkan masuk ke wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” ungkapnya.
Selain dukungan tersebut, Erwin juga menyampaikan keberhasilan memperoleh tambahan alokasi program peremajaan kakao seluas 2.500 hektare. Tambahan itu melengkapi alokasi sebelumnya seluas 6.550 hektare yang telah diperoleh Parigi Moutong.
Menurutnya, tambahan alokasi tersebut awalnya merupakan jatah wilayah lain. Namun, kesiapan daerah dan komunikasi yang dilakukan pemerintah kabupaten membuka peluang pengalihan program ke Parigi Moutong.
“Sebenarnya 2.500 ini jatah wilayah lain. Namun, karena kami lebih siap dan cepat melakukan lobi, akhirnya tambahan itu bisa kita dapatkan,” katanya.
Bupati menegaskan, dukungan pemerintah pusat harus diikuti dengan tanggung jawab dalam pemanfaatannya. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan, tetapi juga kesungguhan, kedisiplinan dan kerja keras petani dalam mengelola bantuan tersebut.
Erwin juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya mendatangkan program pemerintah pusat. Ia berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk terus beradaptasi dengan perubahan kebijakan dan mekanisme penganggaran pemerintah pusat.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan kakao, meningkatkan produksi jagung dan memperkuat sektor pertanian serta mewujudkan petani Parigi Moutong yang semakin maju dan sejahtera, sesuai visi kami, Maju Mandiri Berkelanjutan melalui Gerbang Desa,” tutup Bupati.*







